Scroll kebawah untuk baca artikel
Berita UtamaTegal - Slawi

Bupati Tegal Ajak Guru Swasta Perluas Akses Pendidikan Tinggi lewat Program Sadesa

×

Bupati Tegal Ajak Guru Swasta Perluas Akses Pendidikan Tinggi lewat Program Sadesa

Sebarkan artikel ini

Slawi, korantegal.com – Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mengajak para guru swasta di Kabupaten Tegal berperan aktif menyukseskan Program Satu Desa Satu Sarjana (Sadesa) dengan mendorong lebih banyak lulusan SMA sederajat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Lahir ke-15 Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Kabupaten Tegal, Sabtu (11/07/2026).

Menurut Ischak, guru tidak hanya berperan sebagai pendidik di ruang kelas, tetapi juga menjadi sosok yang paling dekat dengan peserta didik sehingga memiliki posisi strategis untuk memberikan motivasi dan pendampingan dalam menentukan jenjang pendidikan setelah lulus sekolah.

“Kami berharap Bapak Ibu guru ikut menyukseskan Program Sadesa. Ketika siswa kelas XII lulus, dorong mereka untuk memanfaatkan kesempatan kuliah gratis melalui program ini,” ujar Ischak.

Ia menjelaskan, keterlibatan guru menjadi penting karena angka partisipasi pendidikan di Kabupaten Tegal masih perlu ditingkatkan. Meskipun angka partisipasi murni (APM) jenjang SMP telah mencapai sekitar 88 persen, APM pada jenjang SMA, SMK, dan MA masih berada di kisaran 63 persen. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong agar semakin banyak lulusan sekolah menengah melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Program Sadesa, program prioritas Pemerintah Kabupaten Tegal yang memberikan beasiswa penuh kepada mahasiswa terpilih sejak semester pertama hingga lulus.

Pada tahun 2026, jumlah penerima manfaat Program Sadesa meningkat menjadi 332 mahasiswa, bertambah dari 287 mahasiswa pada tahun sebelumnya. Pemerintah Kabupaten Tegal juga telah bekerja sama dengan tujuh perguruan tinggi, terdiri atas lima perguruan tinggi di Kabupaten Tegal dan dua perguruan tinggi di Kota Tegal. Sebagian besar kuota dialokasikan bagi perguruan tinggi di Kabupaten Tegal sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan tinggi di daerah.

Ischak menegaskan, seluruh penerima Program Sadesa tidak dipungut biaya kuliah selama masa studi karena pemerintah daerah telah menjalin kesepakatan dengan seluruh perguruan tinggi mitra.

“Mulai masuk sampai lulus tidak boleh ada pungutan kepada penerima beasiswa. Ini benar-benar kesempatan bagi anak-anak Kabupaten Tegal yang ingin kuliah tetapi terkendala biaya,” tegasnya.

Selain memperluas akses pendidikan tinggi, Ischak menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tegal untuk tetap memprioritaskan sektor pendidikan meskipun pemerintah daerah tengah melakukan penyesuaian anggaran sebagai dampak kebijakan efisiensi.

“Di tengah efisiensi anggaran, kami berkomitmen agar urusan pendidikan dan kesejahteraan guru tidak dikurangi. Kalau bisa justru ditingkatkan, karena pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi masa depan Kabupaten Tegal,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Ischak juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang selama ini terus mengabdikan diri mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tegal dan PGSI semakin memperkuat upaya peningkatan mutu pendidikan serta membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda Kabupaten Tegal untuk mengenyam pendidikan tinggi melalui Program Sadesa. (NA/MA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pencarian