Scroll kebawah untuk baca artikel
Berita UtamaTegal - Slawi

51 Kontingen Semarakkan Kirab Tombak Kyai Plered, Bupati Tegal: Wujud Syukur Hari Jadi ke-425

×

51 Kontingen Semarakkan Kirab Tombak Kyai Plered, Bupati Tegal: Wujud Syukur Hari Jadi ke-425

Sebarkan artikel ini

Slawi, korantegal.com – Sebanyak 51 kontingen dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), dan perwakilan kecamatan menyemarakkan Kirab Tombak Kyai Plered dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-425 Kabupaten Tegal, Minggu (17/05/2026).

Tombak Kyai Plered merupakan pusaka bersejarah peninggalan Ki Gede Sebayu, tokoh pendiri Kabupaten Tegal yang menjabat sebagai Juru Demung berpangkat Tumenggung pada 1601. Setiap tahun, kirab pusaka ini menjadi tradisi yang dinantikan masyarakat sebagai simbol penghormatan terhadap leluhur sekaligus ungkapan syukur atas kemakmuran daerah.

Rute kirab dimulai dari Monumen GBN Slawi dan berakhir di Panggung Kehormatan depan Rumah Dinas Bupati Tegal. Sepanjang rute, para peserta tidak hanya menyajikan penampilan hiburan, tetapi juga membawa gunungan hasil bumi yang disusun secara kreatif. Beragam sayuran, buah-buahan, dan palawija dirangkai menyerupai bentuk poci dan naga, dua ikon kebanggaan masyarakat Kabupaten Tegal.

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman yang hadir langsung menyaksikan kemeriahan di panggung kehormatan menyampaikan apresiasi mendalam atas keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam kirab budaya tersebut. Menurutnya, arak-arakan ini bukan sekadar tontonan, melainkan representasi atas karunia dan kemakmuran daerah yang patut disyukuri bersama.

“Kirab budaya ini merupakan satu wujud rasa syukur kita bersama. Kita juga bersyukur seluruh rangkaian bisa berjalan dengan lancar,” ujar Ischak.

Ke depan, Ischak berharap keterlibatan masyarakat dalam kirab budaya dapat semakin diperluas agar esensi pesta rakyat ini semakin terasa oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Kami ingin melibatkan lebih banyak kelompok masyarakat untuk ikut berpartisipasi langsung,” tuturnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tegal Winarto yang membuka jalannya kirab menjelaskan, konsep utama acara tahun ini tetap mempertahankan tradisi lokal yang kuat melalui visualisasi hasil bumi sebagai simbol kemakmuran daerah.

“Rombongan dari Kalisoka membawa Tombak Kyai Plered untuk mengiringi di barisan depan,” jelas Winarto.

Ia berharap kemeriahan yang tersaji mampu menumbuhkan rasa kepemilikan dan kebanggaan kolektif masyarakat terhadap sejarah panjang Kabupaten Tegal.

Kemeriahan kirab juga dirasakan langsung oleh warga yang menyaksikan dari pinggir jalan. Arisa (22), penonton asal Desa Dukuhsalam Kecamatan Slawi yang sengaja hadir bersama keluarganya, mengaku terkesan dengan penampilan para peserta dan momen berebut gunungan yang menjadi salah satu daya tarik utama kirab.

“Bagian yang paling menarik itu dari penampilan masing-masing peserta dan saat rebutan gunungan sayur-sayuran itu,” katanya.

Meski menilai acara secara keseluruhan sudah sesuai ekspektasi, Arisa berharap penataan area penonton di sekitar panggung utama dapat lebih diperhatikan pada penyelenggaraan berikutnya agar masyarakat dapat menikmati kirab dengan lebih nyaman.

Bagi Arisa, kemeriahan Kirab Tombak Kyai Plered di usia ke-425 Kabupaten Tegal ini bukan sekadar hiburan. Ia melihatnya sebagai cerminan daerah yang terus berkembang dan semakin membanggakan, terutama di sektor pariwisata yang dirasakannya tumbuh paling pesat dari tahun ke tahun. Sebuah harapan sederhana dari warga yang mencintai tanah kelahirannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses