Slawi – Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud menghadiri kegiatan Serap Aspirasi Masyarakat dan Temu Tokoh bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani yang dikemas dalam program Sekolah Legislatif Sehari di Gedung Rakyat Slawi, Minggu (7/6/2026).
Kegiatan yang diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Tegal ini menjadi ruang dialog antara generasi muda dengan pimpinan lembaga negara guna memperkuat pemahaman kebangsaan, demokrasi, dan peran pemuda dalam pembangunan daerah maupun nasional.
Turut hadir peserta dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Politeknik Purbaya, Universitas Harkat Negeri, Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, serta Universitas Islam Bakti Negara.
Ketua Panitia Pelaksana, Fajri Hidayat, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan membangun kesadaran mahasiswa agar tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi juga mampu berperan aktif mengawal berbagai persoalan masyarakat.
“Kami ingin mahasiswa mampu menjadi individu yang mapan secara intelektual, kuat secara spiritual, serta memiliki kepedulian sosial untuk mengawal kepentingan rakyat dan masyarakat,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengajak para mahasiswa untuk memahami sejarah perjuangan bangsa yang melahirkan persatuan Indonesia. Menurutnya, semangat persatuan yang dirintis para pemuda sejak Kongres Pemuda hingga lahirnya Sumpah Pemuda menjadi fondasi penting dalam menjaga keutuhan bangsa hingga saat ini.
“Ketika para pemuda sepakat menggunakan identitas Indonesia, mereka rela mengesampingkan berbagai perbedaan demi cita-cita bersama. Semangat itulah yang harus terus dijaga oleh generasi muda hari ini,” kata Muzani.
Muzani menegaskan bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara harus selalu berpedoman pada Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Keempat pilar tersebut menjadi landasan dalam mengelola keberagaman sekaligus mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Ia juga menilai masyarakat Tegal memiliki karakter kreatif, mandiri, dan pekerja keras yang perlu terus dikembangkan, terutama oleh kalangan generasi muda.
“Masyarakat Tegal dikenal memiliki kreativitas dan jiwa kemandirian yang kuat. Karakter ini harus terus dipelihara karena menjadi modal penting untuk membangun kemandirian ekonomi,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Muzani turut mengingatkan pentingnya membangkitkan kembali semangat industri yang pernah menjadi kebanggaan Tegal. Ia mendorong para mahasiswa untuk berani berinovasi dan mengambil peran dalam mengembangkan sektor industri lokal agar mampu bersaing di tengah perkembangan zaman.
“Dulu Tegal dikenal sebagai Jepangnya Indonesia karena kekuatan industrinya. Semangat industri ini yang harus kita hidupkan kembali,” pungkasnya. (ZS)


