Adiwerna, korantegal.com – Musibah datang tanpa diduga bagi Faturohman (54), warga Desa Tembok Luwung, Kabupaten Tegal. Rumah yang baru ditempatinya sekitar dua tahun tiba-tiba ambruk pada Sabtu malam, mengakibatkan istri dan anaknya tertimpa reruntuhan bangunan hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Dengan panik, Faturohman berusaha menyelamatkan keluarganya yang masih berada di dalam rumah.
“Anak saya tertimpa reruntuhan, kedua kakinya juga tertimpa. Istri saya juga ikut tertimpa. Setelah itu saya mengeluarkan mereka berdua, saya angkat untuk menyelamatkan mereka ke luar,” tutur Faturohman.
Ia mengaku tidak pernah menduga musibah tersebut akan terjadi. Rumah yang dibangun pada tahun 2023 itu, menurutnya, tidak pernah menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Bagian yang ambruk merupakan ruang kerja sekaligus bagian tengah rumah.
“Tahu-tahu rumah langsung jatuh saja,” katanya singkat.
Hingga kini Faturohman masih mendampingi istri dan anaknya yang menjalani perawatan di rumah sakit. Di tengah cobaan yang dialaminya, bantuan dari Pemerintah Kabupaten Tegal menjadi harapan bagi keluarganya.
“Alhamdulillah, sangat membantu, bisa meringankan beban kami,” ujarnya.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman yang meninjau langsung lokasi musibah pada Senin (03/08/2026) menyampaikan keprihatinannya atas musibah tersebut. Menurutnya, rumah yang baru berusia sekitar dua tahun itu roboh secara tiba-tiba tanpa didahului hujan maupun angin kencang.
“Hari ini kita melakukan kunjungan dan peninjauan di lokasi musibah yang kedua, di Desa Tembok Luwung. Kemarin pada Sabtu malam terjadi musibah satu rumah ambruk. Tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba rumah tersebut roboh,” ujar Ischak.
Ia mengatakan, berdasarkan pengamatan awal, penyebab robohnya bangunan diduga akibat kegagalan konstruksi.
“Kemungkinan, kalau kita lihat, ada kesalahan konstruksi atau kegagalan konstruksi. Padahal rumah ini baru dibangun sekitar dua tahun yang lalu,” katanya.
Bupati menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tegal bersama Baznas, PMI, BPBD, Dinas Sosial, Satpol PP, TNI, dan Polri hadir untuk memberikan dukungan kepada korban, baik dalam bentuk bantuan logistik maupun pendampingan.
“Yang pertama, kami ikut menyampaikan rasa prihatin. Yang kedua, kami membawa bantuan berupa perlengkapan dan bahan makanan,” ujarnya.
Selain itu, melalui Baznas Kabupaten Tegal, pemerintah menyalurkan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp20 juta untuk membantu pembangunan kembali rumah korban.
“Yang paling penting adalah bagaimana rumah ini bisa segera dibangun kembali. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Baznas memberikan bantuan RTLH untuk perbaikan rumah sebesar Rp20 juta,” jelasnya.
Ischak berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk pembelian material bangunan, sementara proses pembangunan dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat sehingga rumah korban dapat segera berdiri kembali.
Terkait biaya pengobatan korban, Bupati memastikan seluruh layanan kesehatan telah terjamin. Selain menerima bantuan uang tunai dari PMI, korban juga telah tercakup dalam kepesertaan BPJS Kesehatan sehingga biaya perawatannya ditanggung.
“Korban ini masuk kategori Desil 4 sehingga sudah memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan. Jadi untuk biaya pengobatannya gratis,” pungkasnya. (Ad)
