Balapulang, korantegal.com – Baznas RI bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, selaku mitra akademis yang menginisiasi program melalui kegiatan pengabdian masyarakat para dosennya, meluncurkan program Balai Ternak “Harapan Ternak” di Desa Danawarih, Kecamatan Balapulang, Kamis (21/05/2026). Sebanyak 103 ekor kambing beserta fasilitas kandang berstandar kesehatan hewan disalurkan kepada kelompok peternak penerima manfaat melalui program yang digelar di kawasan Omah Mijil tersebut.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap program itu. Ia menilai kolaborasi lintas sektor antara lembaga zakat dan perguruan tinggi ini menjadi momentum penting dalam mengentaskan kemiskinan di wilayahnya.
“Ini tidak hanya sekadar bantuan ekonomi, tapi juga pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan banyak pihak. Kami ingin para penerima manfaat bisa berkembang dan mandiri melalui program ini,” ujar Ischak. Ia juga berpesan agar seluruh penerima manfaat menjaga dan mengelola ternak serta fasilitas yang telah diamanahkan dengan penuh tanggung jawab, sekaligus berharap program berbasis sentra kelompok ini memupuk kembali semangat gotong royong di kalangan peternak kecil.
Pimpinan Baznas RI Idy Muzayyad menyatakan program ini dirancang untuk mendorong transformasi ekonomi bagi peternak kecil, bukan sekadar penyaluran bantuan. Baznas, kata Idy, akan mengawal penuh proses pembinaan dan pendampingan, mencakup sistem penggemukan kambing, pengelolaan pakan, hingga pengolahan pupuk organik, agar program berjalan produktif dan mencapai target yang ditetapkan.
Ke depan, Baznas membuka peluang pengucuran program stimulus lain dari pusat, seperti Z-Cafe atau Z-Mart, dengan syarat adanya kolaborasi pendanaan bersama pemerintah daerah serta peningkatan pengumpulan zakat di tingkat lokal.
Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Walisongo Ahmad Arif Junaidi menyebut perjalanan dari penyusunan hingga pengajuan proposal ke tingkat pusat sebagai proses yang panjang dan tidak mudah. Bagi pihak akademisi, keterlibatan dalam program pemberdayaan berbasis peternakan ini memiliki nilai tersendiri.
“Kegiatan ini adalah bagian dari pengabdian masyarakat yang diinisiasi oleh kawan-kawan dosen,” ujar Ahmad.
Pemkab Tegal menargetkan kawasan Desa Danawarih kelak berkembang menjadi pusat penghasil bibit ternak unggul dan percontohan bagi daerah lain di Kabupaten Tegal. (VA/AD/MA)





