Slawi, korantegal.com – Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menyatakan Pemerintah Kabupaten Tegal telah menganggarkan Rp4 miliar pada 2027 untuk merevitalisasi Jalan Dr. Sutomo, akses utama menuju pusat pemerintahan kabupaten, dalam kegiatan Bupati Tilik Desa di Desa Slawi Kulon, Kecamatan Slawi, Jumat (30/10/2026) malam.
Dalam sesi dialog interaktif pada kegiatan yang menjadi agenda rutin tahunan itu, warga menyebut jalan tersebut bertahun-tahun belum ditata dan direvitalisasi secara menyeluruh. Mereka juga mengeluhkan genangan banjir di sepanjang ruas itu, termasuk dari depan BRI hingga jembatan, yang dinilai berkaitan dengan belum optimalnya sistem drainase.
“Untuk Jalan Dr. Sutomo, tahun depan sudah kami anggarkan Rp4 miliar. Saya ingin ada wajah baru, mulai dari penataan trotoar, pembenahan drainase, sampai perbaikan jalannya. Insyaallah ini menjadi salah satu program yang akan kami laksanakan,” ujar Ischak.
Banjir juga dikeluhkan di titik lain, termasuk wilayah RW 8. Bupati meminta Dinas Pekerjaan Umum berkoordinasi dan meninjau lapangan untuk mengidentifikasi penyebab serta kebutuhan penanganannya. Jika kerusakan infrastruktur berkaitan dengan kebencanaan dan memenuhi ketentuan, penanganan dapat dipertimbangkan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).
Di sepanjang Jalan Dr. Sutomo, Bupati juga menyoroti keluhan masyarakat soal sampah yang masih menumpuk pada siang hari, meski petugas telah menyapu pada pagi hari. Ischak meminta Dinas Lingkungan Hidup mengevaluasi pola kerja dan pengaturan waktu petugas kebersihan, terutama di kawasan beraktivitas tinggi seperti sekitar rumah dinas bupati, sekolah, dan pusat keramaian.
Terkait jalan yang rusak akibat pekerjaan jaringan air bersih, Ischak meminta klarifikasi dan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk PDAM dan PDAB milik pemerintah provinsi. Warga juga menyampaikan persoalan administrasi sertifikat tanah pada ruas Jalan Kolonel Sugiono yang telah diperlebar. Perangkat daerah teknis diminta menelusurinya lebih lanjut.
Sejumlah aspirasi lain turut dibahas, seperti kebutuhan ruang terbuka hijau (RTH), penanganan kerusakan tebing atau tanggul, serta penataan tiang dan jaringan provider internet. Khusus menara telekomunikasi, Bupati meminta Dinas Pekerjaan Umum memanggil para pengelola untuk memastikan bangunan menara memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF) demi keamanan konstruksi.
Dalam sambutannya, Ischak mengakui masih ada persoalan infrastruktur, pelayanan publik, dan kebutuhan sosial yang perlu dibenahi. Menurut dia, kebijakan efisiensi anggaran menuntut pemerintah daerah dan pemerintah desa lebih cermat menentukan prioritas pembangunan serta menghadirkan inovasi.
Menutup dialog, Ischak meminta seluruh perangkat daerah menindaklanjuti berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat sesuai tugas dan kewenangannya. Ia menegaskan, pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, dan seluruh elemen masyarakat.
Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Tegal, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah beserta para asisten, staf ahli bupati, kepala perangkat daerah, Camat Slawi beserta jajaran, para kepala desa se-Kecamatan Slawi, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan warga setempat. (ZA)


