Slawi, korantegal.com – Pemerintah Kabupaten Tegal bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tegal melakukan evaluasi penyaluran hibah bantuan insentif bagi pengajar keagamaan Islam tahun 2026. Evaluasi digelar di Gedung Pertemuan KPRI Bhakti Husada, Slawi, Senin (7/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tegal Ahmad Muhdzir beserta jajaran, Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Tegal, jajaran pengurus Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al-Qur’an (Badko LPQ) dan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) se-Kabupaten Tegal, pimpinan Bank BTN Kantor Cabang Tegal, serta para pengelola lembaga pendidikan keagamaan.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tegal Ahmad Muhdzir dalam laporannya menyampaikan, kegiatan evaluasi bertujuan memastikan pelaksanaan penyaluran bantuan insentif berjalan tepat sasaran, transparan dan akuntabel.
“Evaluasi ini untuk memastikan ketepatan sasaran penerima sesuai data dan ketentuan yang telah ditetapkan, sekaligus mengidentifikasi kendala dalam proses penyaluran serta merumuskan solusi dan langkah perbaikannya,” jelas Ahmad.
Ia menyampaikan, pada tahun 2026 terdapat 9.318 pengajar keagamaan Islam yang menerima insentif. Selain itu, terdapat 1.967 data cadangan yang dipersiapkan sebagai bahan kebijakan penyaluran pada tahun berikutnya.
Menurutnya, proses penyaluran telah melalui sejumlah tahapan, mulai dari sosialisasi, koordinasi, verifikasi dan validasi data tingkat kecamatan dan kabupaten, pembuatan rekening penerima, penerbitan surat keputusan penerima, hingga pendistribusian buku rekening dan ATM.
“Verifikasi dan validasi dilakukan secara berjenjang untuk memastikan data penerima benar-benar sesuai kondisi di lapangan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menegaskan bahwa evaluasi diperlukan agar program insentif tidak berhenti sebatas penyaluran bantuan, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi para pengajar keagamaan dan masyarakat.
“Tentu kegiatan evaluasi ini penting untuk memastikan program yang kita jalankan tidak terhenti hanya pada penyaluran bantuan semata. Kita ingin memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan, pelaksanaannya semakin baik, tertib, tepat sasaran, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Ischak.
Ia menilai pengajar keagamaan memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Tegal. Selain mengajarkan ilmu agama, para guru ngaji, ustaz dan ustazah turut menanamkan nilai moral dan spiritual serta membentuk karakter generasi muda.
“Pengajar keagamaan bukan hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga ikut menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual, membentuk karakter bangsa, serta memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat,” tuturnya.
Ischak menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tegal terus meningkatkan perhatian terhadap para pengajar keagamaan. Pada 2027, anggaran program tersebut direncanakan meningkat dari sekitar Rp18,6 miliar menjadi Rp21,1 miliar, seiring dengan bertambahnya jumlah penerima.
Jumlah penerima yang ditargetkan juga meningkat dari 9.318 orang pada 2026 menjadi sekitar 10.500 penerima pada 2027. Sementara nilai insentif naik dari Rp1,7 juta menjadi Rp2 juta per orang per tahun.
“Kenaikan ini merupakan bentuk perhatian dan apresiasi pemerintah daerah atas pengabdian Bapak Ibu semuanya yang selama ini turut membina kehidupan keagamaan masyarakat,” kata Ischak.
Ia meminta pengurus FKDT dan Badko LPQ bersama Kemenag melakukan pemutakhiran serta pemetaan calon penerima secara cermat, terutama untuk memprioritaskan pengajar yang paling membutuhkan.
Bupati juga berharap pergantian mitra perbankan dalam penyaluran insentif dapat memberikan nilai tambah bagi lembaga pendidikan keagamaan. Ia mendorong Bank BTN tidak hanya berperan dalam penyaluran, tetapi juga dapat menghadirkan dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Kalau hanya sekadar menyalurkan, semua bank juga bisa. Harapannya ada dampak lebih, misalnya ketika ada madrasah, LPQ atau TPQ yang membutuhkan, bisa mendapat dukungan melalui program CSR,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Ischak mengajak Pemerintah Kabupaten Tegal, Kemenag, ulama, pengelola lembaga pendidikan keagamaan dan masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun kehidupan keagamaan.
“Mari kita jaga sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, para ulama, pengelola lembaga pendidikan keagamaan serta seluruh masyarakat. Bersama-sama kita wujudkan Kabupaten Tegal yang semakin religius, berbudaya, berintegritas dan tangguh,” pungkasnya.(ZA)

