Bumijawa, korantegal.com – Penguatan tata kelola organisasi dan peningkatan kualitas pelayanan kemanusiaan menjadi fokus dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) III Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Tengah Semester II Tahun 2026 yang digelar di Guci Sun Qta Hotel, Kabupaten Tegal, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah beserta jajaran, Ketua PMI Kabupaten/Kota se-Wilayah III Jawa Tengah, jajaran pengurus PMI, Kepala Markas, Kepala Unit Donor Darah, serta para relawan dan peserta Rakorwil.
Bupati Tegal yang berhalangan hadir dalam kegiatan tersebut diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Amir Makhmud.
Dalam sambutan Bupati Tegal yang disampaikannya, Amir menyampaikan apresiasi kepada PMI Provinsi Jawa Tengah yang telah memilih Kabupaten Tegal sebagai lokasi pelaksanaan Rakorwil III. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat silaturahmi, komunikasi, dan sinergi antarpengurus PMI dalam menjalankan misi kemanusiaan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tegal, kami menyampaikan selamat datang kepada seluruh jajaran PMI Provinsi Jawa Tengah dan peserta Rakorwil dari 11 kabupaten/kota se-Wilayah III Jawa Tengah. Semoga forum ini dapat memperkuat komunikasi dan sinergi dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan,” ujarnya.
Amir menjelaskan, Rakorwil III menjadi bagian dari rangkaian koordinasi PMI di wilayah Jawa Tengah. Sebelumnya, Rakorwil III PMI Provinsi Jawa Tengah pada Semester I telah dilaksanakan di Kabupaten Banyumas. Sementara pada Agustus 2026, sebanyak 11 Unit Pengelola Darah PMI se-Wilayah III Jawa Tengah juga telah bertemu di Banjarnegara untuk membangun jejaring penyedia plasma untuk kebutuhan fraksionasi.
“Rangkaian ini menunjukkan bahwa koordinasi PMI di Wilayah III Jawa Tengah terus berkembang, dari forum koordinasi menuju kerja sama yang lebih konkret, termasuk dalam penguatan pelayanan darah,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Amir juga menyoroti kiprah PMI Kabupaten Tegal dalam membantu masyarakat, salah satunya melalui penanganan dampak kekeringan.
Selama periode penanganan kekeringan, PMI Kabupaten Tegal telah mendistribusikan 99 tangki air bersih selama 48 hari. Bantuan tersebut telah dirasakan manfaatnya oleh 6.940 kepala keluarga atau 25.188 jiwa.
“Ini menjadi gambaran nyata bahwa semangat kemanusiaan tidak berhenti pada slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan. Ketika masyarakat membutuhkan air bersih, PMI hadir. Ketika terjadi bencana dan kondisi kedaruratan, PMI harus siap bergerak,” ungkapnya.
Menurut Amir, tantangan kemanusiaan ke depan semakin kompleks. Bencana, kecelakaan, kebutuhan darah, hingga berbagai kondisi darurat dapat terjadi kapan saja dan tidak mengenal batas wilayah administratif.
Karena itu, ia menilai kekuatan PMI tidak hanya terletak pada kapasitas masing-masing organisasi, tetapi juga pada kekuatan jejaring, kesiapsiagaan, kapasitas relawan, serta kemauan untuk saling membantu.
Ia berharap Rakorwil dapat menjadi ruang untuk melakukan evaluasi, berbagi pengalaman, mengidentifikasi berbagai persoalan di lapangan, sekaligus merumuskan langkah bersama yang lebih konkret.
“Jangan sampai Rakorwil hanya menghasilkan dokumen, tetapi harus melahirkan aksi yang nyata dan manfaat yang dirasakan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tegal siap terus bersinergi dan mendukung PMI sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu agenda penting dalam rangkaian Rakorwil III adalah Focus Group Discussion (FGD) yang dibagi ke dalam tiga kelompok berdasarkan bidang dan unsur organisasi yang terlibat.
Forum tersebut membahas berbagai aspek penguatan organisasi, mulai dari tata kelola, koordinasi, pembagian tugas, hingga sinergi antara pengurus, Markas, staf, dan Unit Pelaksana Teknis (UPT).
Melalui forum tersebut, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang semakin baik mengenai pentingnya tata kelola organisasi yang efektif dan terarah. Penguatan aspek tersebut dinilai penting agar PMI mampu menjalankan program secara lebih responsif, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Rakorwil III PMI Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Tegal pun tidak sekadar menjadi forum koordinasi rutin, tetapi menjadi momentum untuk menyatukan persepsi dan memperkuat komitmen seluruh jajaran PMI se-Wilayah III Jawa Tengah dalam meningkatkan kualitas organisasi sekaligus pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.
“Selamat mengikuti Rakorwil. Semoga pertemuan ini semakin memperkuat jejaring PMI se-Wilayah III Jawa Tengah dan melahirkan gagasan serta langkah nyata untuk meningkatkan pelayanan kemanusiaan,” pungkas Amir. (ZA)

