Scroll kebawah untuk baca artikel
Inspire Slawi

16 Ribu Meter Kubik Lumpur dan Sampah Berhasil Diangkat dari Sungai Kali Jembangan

×

16 Ribu Meter Kubik Lumpur dan Sampah Berhasil Diangkat dari Sungai Kali Jembangan

Sebarkan artikel ini

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ujungrusi, Suhato, mengakui bahwa DAS Kali Jembangan di wilayahnya sering dilanda banjir, bahkan hingga mencapai jembatan di bawah jalan tol. Ia menyebut sedimentasi dan perilaku warga yang membuang sampah ke sungai sebagai penyebab utama terhambatnya aliran air.

“Saya perwakilan dari masyarakat Desa Ujungrusi mengucapkan terima kasih kepada PSDA, PU Pengairan bahkan bapak bupati yang sangat peduli sehingga (proyek) ini bisa terlaksana meski belum maksimal,” ungkapnya.

Sementara itu, Nurul (49), warga Desa Tembok Banjaran yang tinggal tepat di tepi Kali Jembangan mengaku sering terdampak banjir yang masuk ke rumah hingga setinggi pinggang orang dewasa. Kejadian banjir bahkan rutin ini ia alami tiga kali dalam setahun.

Selain akibat tumpukan sampah di sungai, kondisi saluran yang berkelok di tengah permukiman padat penduduk di wilayah dataran rendah menjadikan kawasan ini mudah kebanjiran.

“Warga kami sudah membuang sampah di tempatnya (tidak ke sungai). Tapi tolong bagi warga yang lain (di hulu) untuk tidak buang sampah di sungai, karena kami yang dekat sungai yang kena dampaknya,” pesan Nurul.

Sebelumnya, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman bersama wakilnya, Ahmad Kholid sempat meninjau pengerjaan proyek yang menelan anggaran sekitar Rp286 juta ini pada Jumat (07/11/2025).

Menurut Ischak, Kali Jembangan belum dinormalisasi selama lebih dari lima tahun. Akibatnya, sedimentasi telah mencapai kedalaman dua meter, yang menyebabkan aliran air tersumbat dan selalu meluap ke permukiman warga setiap musim hujan.

“Tentunya kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat karena secara kewenganan, proyek ini tidak mungkin kita kerjakan lewat APBD Kabupaten Tegal,” ujarnya.

Ia pun mengimbau warga masyarakat tidak lagi membuang sampahnya ke sungai agar sedimentasi tidak cepat terbentuk.

“Sungai ini kalau kita rawat, kita jaga bersama, manfaatnya akan dirasakan semua orang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses