Scroll kebawah untuk baca artikel
Berita UtamaInspire Slawi

Mulai 2026, Guru Honorer akan Menerima Insentif Sebesar Rp400 Ribu.

×

Mulai 2026, Guru Honorer akan Menerima Insentif Sebesar Rp400 Ribu.

Sebarkan artikel ini

Mendikdasmen juga menjanjikan tugas administratif guru akan dikurangi, di mana kewajiban mengajar tidak mutlak 24 jam karena ada satu hari dalam sepekan guru harus belajar.

Melalui kebijakan ini guru diharapkan bisa lebih fokus melaksanakan tugas utama sebagai

pendidik profesional, melaksanakan tugas pembelajaran, membimbing, dan meningkatkan kualitas diri. Terlebih, di era digital dan dunia global, tugas guru semakin berat.

Guru dihadapkan pada tantangan kehidupan yang semakin hedonis dan materialistis di mana kebahagiaan dan penghargaan atas manusia dihargai sebatas kepemilikan dan kesenangan material.

Tak hanya itu, guru juga dihadapkan pada tantangan perubahan sosial, budaya, moral, politik, tuntutan masyarakat yang kian tinggi, dan apresiasi yang rendah. Bahkan ada sebagian guru yang mengalami tekanan material, sosial, mental, dan berhadapan dengan aparatur penegak hukum.

“Kondisi demikian harus diakhiri. Guru harus tampil lebih percaya diri dan berwibawa di hadapan para murid,” tegasnya.

Terkait ini, pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kapolri terkait penyelesaian damai atau restorative justice untuk memberikan perlindungan kepada guru yang bermasalah dengan murid, orang tua, lembaga swadaya masyarakat atau LSM dalam hal-hal yang berkaitan dengan tugas mendidik.

“Guru adalah agen pembelajaran dan peradaban. Guru mengemban tugas profetik mencerdaskan, membangun nalar kritis, hati yang jernih, dan akhlak mulia,” tuturnya.

Kehadiran guru sebagai agen peradaban semakin diperlukan di tengah kompleksitas permasalahan murid seperti masalah akademik, sosial, moral, spiritual, ketergantungan gawai, judi online, kesulitan ekonomi, keharmonisan keluarga, dan sebagainya.

“Saya mengimbau masyarakat, orang tua, dan semua pihak agar guru menghargai jerih payah para guru. Jangan hanya menilai kinerja dan menghakimi mereka dari angka-angka,” tegasnya.

Terakhir, ia menegaskan bahwa sejatinya tanggung jawab pendidikan yang pertama dan utama adalah orang tua dan keluarga. Sehingga guru harus diberikan kesempatan untuk membantu mendidik anak-anak dengan cara yang terbaik. (EW/hn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses