Scroll kebawah untuk baca artikel
Berita UtamaTegal - Slawi

Bupati Tegal Ajak Ulama Berperan dalam Penanggulangan TBC dan HIV/AIDS

×

Bupati Tegal Ajak Ulama Berperan dalam Penanggulangan TBC dan HIV/AIDS

Sebarkan artikel ini

Slawi, korantwgal.com – Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mengajak para ulama ikut berperan menanggulangi tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS saat membuka Halaqah Ulama di Gedung Syailendra, Hotel Grand Dian Slawi, Rabu (28/10/2026).

Halaqah bertema penanggulangan TBC, HIV/AIDS, dan penyakit sosial lainnya itu digelar Pemerintah Kabupaten Tegal bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tegal.

Menurut Ischak, upaya menjaga kesehatan tidak bisa hanya dibebankan kepada tenaga medis dan pemerintah. Seluruh elemen masyarakat perlu terlibat, termasuk tokoh agama yang berpengaruh di tengah umat.

“Ulama bukan hanya menjadi rujukan dalam persoalan keagamaan, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun kepedulian, menyampaikan pesan kebaikan, dan menggerakkan masyarakat untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat. Dalam konteks itulah peran ulama menjadi sangat strategis,” kata Ischak.

Ischak kemudian memaparkan langkah yang disiapkan pemerintah daerah. Untuk kasus TBC, pemeriksaan dan pengobatan di puskesmas maupun rumah sakit sudah digratiskan. Namun, menurut dia, tantangan di lapangan masih berupa stigma dan keterbatasan biaya transportasi pasien.

Untuk menjawab persoalan biaya transportasi, Pemerintah Kabupaten Tegal bersama Perkumpulan Pemberantasan TBC Indonesia (PPTI) merancang program pendampingan yang dijalankan pada 2027. Program itu mencakup pemberian stimulan dana transportasi bagi pasien TBC.

Beralih ke HIV/AIDS, Ischak menanggapi isu angka kasus yang sempat ramai dibicarakan masyarakat. Ia menjelaskan, angka 1.446 penderita yang tercatat merupakan data kumulatif sejak 2010 hingga 2016.

Ia juga meminta masyarakat tidak memberikan stigma negatif kepada para penderita. Dukungan moral, kata dia, lebih dibutuhkan agar mereka mau memeriksakan diri dan menjalani pengobatan dengan baik.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum MUI Kabupaten Tegal K.H. Tubagus Fahmi mengatakan, halaqah ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah menanggulangi TBC, HIV/AIDS, dan penyakit sosial lainnya. Ia menyoroti peran ulama sebagai pelayan umat sekaligus mitra strategis pemerintah (shodiqul hukumah).

Mengutip kriteria ulama yang peduli pada persoalan sosial (muhimman limaslahatil khalqi), Tubagus Fahmi menegaskan bahwa ulama dan kiai harus peka terhadap masalah masyarakat, termasuk HIV/AIDS dan TBC. Ia juga mengapresiasi kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tegal, Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, dan Baznas dalam penyelenggaraan halaqah.

Melalui halaqah ini, para ulama diharapkan memahami aspek pencegahan, deteksi dini, hingga pengobatan TBC dan HIV/AIDS, lalu menyampaikannya kepada umat melalui dakwah.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus MUI, pimpinan organisasi keagamaan, kepala puskesmas, dan tenaga kesehatan. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pencarian