Slawi , korantegal.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal menjajaki kerja sama program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa penyediaan 1.000 titik internet gratis bersama PT Solusi Sinergi Digital (SURGE), yang menyasar wilayah dengan keterbatasan akses jaringan atau blank spot. Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi di Ruang Rapat Bupati Tegal, Rabu (16/09/2026).
Audiensi dihadiri Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Sekretaris Daerah Amir Makhmud, jajaran PT Solusi Sinergi Digital, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta perangkat daerah terkait. Program ini diinisiasi melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tegal sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap informasi sekaligus mendorong peningkatan budaya membaca dan literasi digital.
Ischak menekankan, apabila program tersebut dapat direalisasikan, penentuan lokasi harus dilakukan secara tepat sasaran. “Harapan kami 1.000 titik ini bisa meng-cover area-area blank spot yang masih terkendala jaringan internet. Jadi titiknya benar-benar diberikan kepada yang membutuhkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, akses internet tersebut nantinya dapat dimanfaatkan berbagai kelompok masyarakat, tidak terbatas pada lingkungan pendidikan. Fasilitas dapat diarahkan untuk sekolah, masyarakat umum, pondok pesantren, hingga ruang publik dan destinasi wisata yang masih memiliki keterbatasan jaringan.
Ischak turut menyambut baik rencana kolaborasi ini, sekaligus menjelaskan mengapa program yang berkaitan dengan jaringan internet justru diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. “Kalau bicara internet memang seharusnya di Kominfo. Tetapi karena ini inisiasi dari Perpustakaan, hubungannya dengan literasi digital, sehingga ini menjadi menarik,” ujarnya.
Direktur Utama PT Solusi Sinergi Digital Andrew menyampaikan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemkab Tegal, Diskominfo, dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan untuk menyiapkan aspek teknis. “Kita akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tegal, kemudian dengan Kominfo dan tim dari perpustakaan bagaimana caranya kita bisa melakukan roll out dengan cepat. Kalau bisa tahun ini sudah selesai semua, seribu titik,” jelasnya.
Dari sisi teknis, Andrew menjelaskan kecepatan internet akan menyesuaikan jenis jaringan dan lokasi: layanan Internet Rakyat (IRA) dapat mencapai 100 Mbps, sedangkan jaringan fiber optic bisa mencapai 500 Mbps. Metode penyediaan pun akan disesuaikan kondisi wilayah. Lokasi dengan kualitas koneksi lebih baik akan menggunakan fiber optic, sementara wilayah tertentu dapat memanfaatkan teknologi radio untuk mempercepat pembangunan jaringan tanpa harus memasang banyak tiang.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tegal Teguh Mulyadi menjelaskan, perluasan akses internet menjadi bagian penting dalam meningkatkan budaya membaca dan literasi masyarakat, terlebih sumber bacaan dan bahan pembelajaran kini semakin banyak tersedia dalam bentuk digital. Ia menyebut, program ini diharapkan mendukung terbentuknya zona-zona literasi digital hingga ke wilayah yang selama ini sulit mendapatkan akses internet, sekaligus dapat diintegrasikan dengan layanan perpustakaan digital Kabupaten Tegal agar masyarakat lebih mudah mengakses bahan bacaan dan materi pembelajaran.
Sekda Amir Makhmud berharap program kolaborasi ini dapat segera memasuki tahap pelaksanaan dan mulai berjalan pada 2026, seiring rencana Pemkab Tegal melakukan koordinasi lintas perangkat daerah bersama PT Solusi Sinergi Digital untuk menentukan lokasi prioritas serta menyiapkan aspek teknis dan perizinan.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemkab Tegal berharap akses internet gratis dapat memperluas kesempatan masyarakat memperoleh informasi, mendukung proses pembelajaran, sekaligus memperkuat ekosistem literasi digital di Kabupaten Tegal. (ZA/MA)
