Slawi, korantegal.com – Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, mendorong Gerakan Pramuka Kabupaten Tegal untuk semakin aktif merespons persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk kekeringan dan kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Tegal selama musim kemarau. Dorongan ini disampaikan saat melantik Pengurus Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab), Kwartir Cabang (Kwarcab), dan Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Kwarcab Gerakan Pramuka Tegal Masa Bakti 2026–2031 di Pendopo Amangkurat, Senin (10/08/2026)
Ischak, yang juga menjabat Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Tegal, menegaskan pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian kepengurusan. Baginya, momentum ini menjadi ruang untuk memperkuat komitmen membangun Gerakan Pramuka yang maju, profesional, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Untuk merespons persoalan kekeringan dan kebakaran, ia meminta Kwarcab memperkuat kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PDAM, Palang Merah Indonesia (PMI), serta berbagai pihak terkait lainnya. Sinergi tersebut, menurutnya, juga perlu diperluas ke bidang pendidikan karakter, kepedulian sosial, lingkungan, kesiapsiagaan bencana, literasi digital, hingga kepemimpinan generasi muda.
Ischak menilai penguatan peran Pramuka dalam isu kebencanaan tidak lepas dari pembentukan karakter generasi muda sebagai fondasinya. Ia menyoroti nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, gotong royong, kepedulian sosial, kepemimpinan, serta kecintaan terhadap tanah air sebagai modal utama Pramuka dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat.
“Gerakan Pramuka harus menjadi rumah pembentukan karakter yang melahirkan generasi muda Kabupaten Tegal yang berakhlak mulia, mandiri, peduli, dan siap menjadi pemimpin masa depan,” ujar Ischak.
Ia mendorong kepengurusan baru menghadirkan program-program yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan generasi muda, tanpa meninggalkan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Tegal, Nilna Almuna, menyambut arahan tersebut dengan mengajak seluruh pengurus menjadikan masa bakti 2026–2031 sebagai ruang pengabdian yang dilandasi niat khidmah.
“Kita sekarang sudah dilantik, diniati khidmah. Khidmah itu pengabdian. Kita mengabdi dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan penuh rasa ikhlas,” tuturnya.
Nilna turut mengajak seluruh pengurus memperkuat soliditas, komunikasi, dan semangat kekeluargaan, serta mengesampingkan ego sektoral maupun kepentingan pribadi demi kemajuan Gerakan Pramuka Tegal.
Senada dengan arahan Bupati, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Prof. Budi Prayitno, menekankan pentingnya Pramuka hadir memberikan bakti nyata kepada masyarakat, termasuk dalam merespons persoalan kekeringan dan kebakaran sebagai ruang menunjukkan kepedulian dan kontribusi nyata.
“Setitik bakti itu jauh lebih bermakna daripada sejuta kata,” ujar Budi.
Ia mendorong penguatan gugus depan, pembina, dan pelatih sebagai ujung tombak pendidikan kepramukaan, dengan metode pembinaan yang mampu menyesuaikan perkembangan zaman, termasuk menghadapi era disrupsi dan VUCA, tanpa meninggalkan nilai cinta tanah air, gotong royong, saling menolong, dan kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, kekuatan Gerakan Pramuka tidak semata-mata terletak pada jumlah anggotanya, melainkan pada komitmen melaksanakan setiap tugas secara nyata dan tuntas.
Bertumpu pada arahan Bupati dan kedua pembina tersebut, kepengurusan Gerakan Pramuka Tegal masa bakti 2026–2031 kini memikul tugas ganda: memperkuat pembinaan karakter generasi muda sekaligus menghadirkan respons nyata atas persoalan kekeringan dan kebakaran yang tengah dihadapi masyarakat Kabupaten Tegal.
Pelantikan turut dihadiri Wakil Bupati Tegal, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, para camat, para Ketua Kwartir Ranting, serta jajaran pengurus Gerakan Pramuka Kabupaten Tegal. (IK/ZA)
