Slawi, korantegal.com – Sebuah rumah di Kabupaten Tegal ludes terbakar pada Minggu dini hari, 2 Agustus 2026, sekitar pukul 04.30 WIB, menewaskan satu penghuninya, Darmawan. Merespons cepat musibah tersebut, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman turun langsung ke lokasi kejadian pada Senin (03/08/2026) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Dinas Sosial, Palang Merah Indonesia (PMI), camat, dan pemerintah desa.
Dalam peninjauan itu, Ischak menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa keluarga korban. Ia memastikan seluruh kebutuhan darurat keluarga terpenuhi.
“Hari ini kami dari Pemerintah Kabupaten Tegal hadir bersama Baznas, Dinas Sosial, camat, PMI, dan Pak Kepala Desa untuk meninjau langsung korban kebakaran. Kami turut berduka cita atas meninggalnya almarhum Darmawan,” kata Ischak.
Selain menyerahkan bantuan sembako dan kebutuhan darurat, Pemkab Tegal memastikan proses pemulihan tempat tinggal korban segera dilakukan. Ischak menegaskan pemerintah tidak ingin ada warga yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah tersebut.
Baznas Kabupaten Tegal akan menyalurkan bantuan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp20 juta untuk keluarga korban. Bupati meminta bantuan tersebut diprioritaskan untuk pembelian material bangunan, sementara proses pembangunan dilakukan secara swadaya melalui gotong royong warga.
“Kabupaten Tegal memiliki semangat gotong royong yang tinggi. Dengan anggaran yang terbatas, hasil pembangunan tetap bisa maksimal apabila dikerjakan bersama-sama,” ujar Ischak.
Ia juga meminta pemerintah desa segera menyiapkan tempat tinggal sementara yang lebih layak bagi keluarga korban. Tenda darurat dari Dinas Sosial dinilai hanya bersifat sementara, sehingga diperlukan lokasi lebih aman seperti balai desa, rumah warga, atau fasilitas pemerintah kecamatan hingga rumah selesai diperbaiki.
Kronologi kejadian itu sendiri dituturkan oleh Solihin (42), kakak korban. Pada Minggu dini hari, 2 Agustus 2026, sekitar pukul 03.30 WIB, ia sempat bertemu Darmawan yang baru pulang ke rumah, sebelum dirinya berangkat ke musala untuk salat Subuh.
“Setelah salat Subuh terdengar teriakan minta tolong. Imam kemudian memberi tahu bahwa rumah kami terbakar,” tutur Solihin.
Saat kebakaran terjadi, dua orang berada di dalam rumah. Solihin tengah membantu persiapan acara pernikahan kerabat, sementara Darmawan tidak sempat menyelamatkan diri dan meninggal di lokasi.
Pascakebakaran, Solihin mengaku masih bertahan di sekitar rumah yang terbakar sembari menunggu proses pembangunan kembali dikoordinasikan bersama pemerintah desa. Ia mengapresiasi bantuan yang telah diterima keluarganya dari Baznas dan PMI.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati Tegal, Baznas, PMI, Dinas Sosial, dan semua pihak yang telah membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami untuk bangkit kembali setelah musibah ini,” ungkap Solihin. (AD/MA
