Semarang, korantegal.com – Pemerintah Kabupaten Tegal mendukung implementasi program Insersi Pendidikan Perkoperasian sebagai upaya menanamkan nilai gotong royong, tanggung jawab, dan jiwa kewirausahaan kepada peserta didik sejak dini. Dukungan tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman pada Launching Insersi Pendidikan Perkoperasian yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Semarang, Jumat (05/06/2026).
Program tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan prinsip-prinsip perkoperasian kepada peserta didik melalui penyisipan materi koperasi ke dalam mata pelajaran yang relevan tanpa menambah beban kurikulum. Melalui pendekatan ini, peserta didik diharapkan tidak hanya memahami konsep koperasi, tetapi juga menginternalisasi nilai kebersamaan, gotong royong, dan semangat membangun ekonomi kerakyatan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Tegal, pendidikan perkoperasian dinilai memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang produktif, mandiri, dan memiliki pemahaman yang baik mengenai pengelolaan ekonomi berbasis kebersamaan.
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah yang mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, para kepala daerah se-Jawa Tengah, jajaran perangkat daerah Provinsi Jawa Tengah, serta perwakilan kepala sekolah dan madrasah.
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terbangun antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan dalam mewujudkan program tersebut. Menurutnya, pendidikan merupakan sarana yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai koperasi sebagai fondasi ekonomi kerakyatan kepada generasi muda.
“Kami mengapresiasi kolaborasi yang terbangun antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan dalam mewujudkan program ini. Pendidikan merupakan sarana yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai koperasi sebagai fondasi ekonomi kerakyatan kepada generasi muda,” ujar Ahmad Luthfi.
Senada dengan itu, Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dinilai progresif dalam menginisiasi implementasi insersi pendidikan perkoperasian.
“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menunjukkan langkah yang progresif dalam menginisiasi insersi pendidikan perkoperasian. Apa yang dilakukan Jawa Tengah dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun budaya koperasi sejak dini melalui jalur pendidikan formal,” kata Ferry Juliantono.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam koperasi sejalan dengan semangat kebersamaan, keadilan, dan saling tolong-menolong yang menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, pendidikan perkoperasian dipandang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang berintegritas dan peduli terhadap lingkungan sosialnya.
Adapun Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah yang mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menjelaskan bahwa implementasi program dilakukan melalui pendekatan insersi atau penyisipan materi pada mata pelajaran yang relevan. Dengan demikian, pendidikan perkoperasian dapat berjalan efektif tanpa menambah struktur mata pelajaran baru di sekolah.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Tegal berharap semangat berkoperasi dapat tumbuh sejak usia sekolah dan menjadi bagian dari karakter generasi muda. Selain memperkuat pendidikan karakter, pemahaman tentang koperasi juga diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi yang memiliki jiwa kewirausahaan, mampu bekerja sama, dan siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan gerakan koperasi menjadi fondasi penting dalam menumbuhkan budaya berkoperasi sejak dini. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan sekaligus mencetak generasi yang adaptif, produktif, dan berdaya saing di masa depan.(AA/MA)
