Jatinegara, korantegal.com – Suasana berbeda mewarnai pelaksanaan Program Bupati Tilik Desa Tahun 2026 di Desa Lembasari, Kecamatan Jatinegara, Jumat (12/6/2026). Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid bersama jajaran perangkat daerah tidak langsung memulai kegiatan dengan sambutan dan dialog. Mereka terlebih dahulu turun ke lapangan untuk bermain sepak bola bersama warga sebelum mendengarkan berbagai aspirasi masyarakat.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari format baru Program Bupati Tilik Desa yang dirancang lebih interaktif dan dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tegal berupaya membangun komunikasi yang lebih terbuka agar berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat diketahui dan ditangani secara langsung.
“Kalau dulu masyarakat hanya mendengarkan sambutan dan menyampaikan keluhan secara formal, sekarang kita ingin lebih dekat. Ada olahraga bersama, ada kebersamaan, sehingga pemerintah, kepala dinas, dan masyarakat bisa menyatu. Harapannya tidak ada jarak antara warga dengan pemerintah,” ujar Ahmad Kholid.
Menurutnya, Program Bupati Tilik Desa tidak hanya menjadi sarana silaturahmi, tetapi juga media bagi pemerintah daerah untuk melihat langsung kondisi masyarakat, mengevaluasi hasil pembangunan, serta menyerap berbagai kebutuhan yang masih menjadi perhatian warga.
Komitmen tersebut, kata Kholid, diwujudkan melalui berbagai program pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Tegal mengalokasikan anggaran lebih dari Rp8,4 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Jatinegara.
Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan drainase, pengaspalan jalan desa, peningkatan ruas jalan kabupaten, hingga pembangunan rigid beton pada ruas Dukuhbangsa–Wotgalih.
“Walaupun kondisi fiskal daerah sedang ketat, pembangunan jalan tetap menjadi prioritas karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat dan bagian dari komitmen yang telah kami sampaikan,” tegasnya.
Usai kegiatan olahraga bersama, dialog terbuka antara warga, kepala desa, dan jajaran pemerintah daerah berlangsung hangat. Forum tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi secara langsung kepada pemerintah daerah.
Sejumlah aspirasi yang mengemuka antara lain kondisi Kantor Kecamatan Jatinegara yang dinilai sudah tidak lagi memadai, kebutuhan SMA Negeri di wilayah Kecamatan Jatinegara, persoalan ketersediaan air bersih saat musim kemarau, serta kelanjutan pembangunan Pasar Jatinegara.
Menanggapi hal tersebut, Kholid menyatakan akan menyampaikan kondisi Kantor Kecamatan Jatinegara kepada Bupati Tegal agar dapat segera memperoleh perhatian. Adapun terkait usulan SMA Negeri, ia menjelaskan bahwa kewenangan pendidikan menengah berada di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Tegal siap memfasilitasi dan meneruskan aspirasi masyarakat kepada pemerintah provinsi sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan layanan pendidikan di wilayah tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud mengatakan pemerintah daerah terus mengkaji penyediaan akses air minum yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat Jatinegara. Adapun usulan revitalisasi Pasar Jatinegara masih terus diperjuangkan melalui pemerintah pusat dan kementerian terkait.
“Kebutuhan pembangunan sangat banyak, sementara kemampuan anggaran terbatas. Namun berbagai usulan masyarakat tetap menjadi perhatian dan akan terus kami perjuangkan secara bertahap,” ujar Amir.
Selain menyerap aspirasi masyarakat, kegiatan tersebut juga menghadirkan layanan publik secara langsung. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tegal membuka layanan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala DPMPTSP Kabupaten Tegal Dessy Arifianto menjelaskan penerbitan NIB dapat diselesaikan dalam waktu sekitar lima hingga sepuluh menit. Layanan tersebut juga dapat dilakukan secara kolektif melalui pemerintah desa maupun kecamatan untuk memudahkan masyarakat memperoleh legalitas usaha.
Meski sempat diguyur hujan, antusiasme masyarakat mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai tidak surut. Program Bupati Tilik Desa akan terus dilaksanakan di berbagai desa di Kabupaten Tegal sebagai sarana memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan warga. (ZS/MA)
