Slawi, korantegal.com — Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman meresmikan pelayanan Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Tegal di Kabupaten Tegal sebagai upaya memperluas akses layanan keimigrasian sekaligus mendukung iklim investasi daerah, Selasa (05/05/2026).
Peresmian ini menandai penguatan layanan publik yang sebelumnya masih terbatas di Mal Pelayanan Publik, sehingga masyarakat kerap harus ke Brebes atau Pemalang untuk mengurus paspor.
Dalam sambutan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah yang dibacakan Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Arief Yudistira, disebutkan bahwa kehadiran kantor ini merupakan hasil dukungan Pemerintah Kabupaten Tegal dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat, baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing.
Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Tegal di bawah kepemimpinan Purbo Satrio dinilai mampu menyiapkan sistem dan jaringan pelayanan secara cepat, sekaligus memperkuat kualitas dan kemudahan akses layanan bagi masyarakat.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menegaskan, kehadiran kantor imigrasi ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus menjawab tingginya kebutuhan masyarakat.
“Hadirnya Kantor Imigrasi ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, permohonan paspor di Kabupaten Tegal tergolong tinggi, terutama untuk keperluan ibadah umrah, wisata, dan kebutuhan lainnya, bahkan melampaui daerah sekitar.
Dengan beroperasinya kantor ini di Jalan Gajah Mada, masyarakat kini dapat mengakses layanan setiap hari tanpa harus bepergian ke luar daerah.
Selain memperkuat layanan publik, keberadaan kantor imigrasi juga dinilai strategis dalam mendukung iklim investasi, khususnya melalui pengawasan tenaga kerja asing di tengah pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tegal yang pada 2025 mencapai 5,92 persen.
Pemerintah daerah juga menyiapkan rencana pembangunan kantor permanen di sekitar Terminal Slawi, mengingat saat ini layanan masih menempati gedung sementara sebagai bagian dari penguatan layanan ke depan.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Tegal Purbo Satrio menyebut peresmian ini sebagai langkah awal menghadirkan layanan keimigrasian yang lebih modern, mudah diakses, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sebagai bagian dari pendekatan pelayanan kepada masyarakat, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian 200 paket sembako.
Kantor Imigrasi Tegal juga memperkenalkan program “Imigrasi Mengajar untuk Rakyat”, berupa pelatihan bahasa asing gratis guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Salah satu warga, Hikmah Rahayu (57) mengaku terbantu dengan hadirnya layanan tersebut.
“Pelayanannya sudah cukup bagus dan prosesnya lancar sampai selesai. Saya mau ke Singapura, jadi dengan adanya kantor ini saya tidak perlu jauh-jauh ke Pemalang,” ujarnya.
Meski demikian, ia menyarankan peningkatan kenyamanan ruang layanan serta kejelasan alur antrean agar masyarakat tidak mengalami kebingungan. (AD/MA)



