Scroll kebawah untuk baca artikel
Berita UtamaTegal - Slawi

STKIP NU Tegal Kukuhkan Ketua Baru, Bidik Status Universitas

×

STKIP NU Tegal Kukuhkan Ketua Baru, Bidik Status Universitas

Sebarkan artikel ini

Slawi, korantegal.com – STKIP NU Kabupaten Tegal memperkuat langkah menuju pengembangan status kelembagaan menjadi universitas, seiring pengukuhan Sutaman sebagai Ketua STKIP NU Kabupaten Tegal masa khidmat 2026-2030 di Gedung NU Kabupaten Tegal, Rabu (09/09/2026).

Ketua STKIP NU Kabupaten Tegal Sutaman menegaskan peningkatan mutu menjadi prioritas utama kepemimpinannya. Fokus tersebut mencakup penguatan akreditasi, pengembangan kompetensi dosen, penelitian dan publikasi, pengabdian kepada masyarakat, hingga peningkatan sarana, prasarana, dan pemanfaatan teknologi.

Ia menyampaikan aspirasi mengembangkan STKIP NU menjadi Universitas Nahdlatul Ulama secara bertahap, melalui penguatan kualitas kelembagaan dan perluasan kerja sama dengan berbagai pihak.

Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) STKIP NU Kabupaten Tegal Akhmad Mafrohi menambahkan, rencana tersebut perlu didukung kesiapan sarana dan prasarana. Dengan jumlah mahasiswa sekitar 500 orang saat ini, keberadaan kampus yang lebih mandiri di Danawarih menjadi salah satu fondasi penting bagi pengembangan STKIP NU ke depan.

Selain pengukuhan ketua baru, agenda turut diisi penyerahan SK kepengurusan serta penandatanganan MoU dengan sejumlah perguruan tinggi mitra. Acara ini dihadiri Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, jajaran PCNU, pimpinan perguruan tinggi mitra, civitas akademika, serta sejumlah organisasi dan lembaga pendidikan.

Ischak menyampaikan selamat kepada Sutaman dan berharap kepemimpinan baru dapat membawa kemajuan sekaligus memperkuat peran STKIP NU dalam pengembangan pendidikan dan sumber daya manusia di Kabupaten Tegal. Ia turut mendorong STKIP NU menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi yang lebih maju sebagai sarana belajar bersama, sekaligus menegaskan posisi STKIP NU sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Tegal, salah satunya melalui keterlibatan dalam program Satu Desa Satu Sarjana (Sadesa).

“Kalau ada perguruan tinggi yang sudah lebih maju, jangan dianggap sebagai kompetitor, tetapi sebagai mitra. Bisa ATM, Amati, Tiru, Modifikasi,” ujar Ischak.

Melalui kepemimpinan baru serta penguatan kerja sama dengan pemerintah dan perguruan tinggi mitra, STKIP NU Kabupaten Tegal menargetkan percepatan langkah menuju status universitas dalam beberapa tahun mendatang. (IK/MA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pencarian