Slawi, korantegal.com – Sorak optimisme dan semangat baru mewarnai Gedung Dadali Kabupaten Tegal saat Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mengukuhkan kontingen yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII Tahun 2026 di Semarang Raya, Jumat (12/06/2026).
Bagi Kabupaten Tegal, ajang olahraga terbesar tingkat provinsi ini bukan sekadar kompetisi. Porprov 2026 menjadi momentum untuk bangkit setelah capaian pada penyelenggaraan sebelumnya belum memenuhi harapan.
Di hadapan para atlet, pelatih, dan insan olahraga, Ischak menegaskan bahwa pengukuhan kontingen merupakan peneguhan tekad bersama untuk membawa nama baik Kabupaten Tegal di arena olahraga Jawa Tengah.
“Hari ini merupakan momentum penting bagi olahraga Kabupaten Tegal. Pengukuhan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan peneguhan tekad, komitmen, dan semangat seluruh keluarga besar olahraga Kabupaten Tegal untuk berjuang mengharumkan nama daerah,” ujarnya.
Menurut Ischak, Porprov merupakan panggung pembuktian atas proses pembinaan yang telah dijalankan selama bertahun-tahun. Karena itu, keberangkatan para atlet ke Semarang Raya membawa harapan besar masyarakat Kabupaten Tegal.
Ia tidak menampik bahwa hasil Porprov XVI Tahun 2023 di Pati Raya menjadi catatan yang harus dievaluasi. Saat itu Kabupaten Tegal berada di peringkat ke-35 dari 35 kabupaten/kota peserta dengan perolehan satu medali emas, satu perak, dan delapan perunggu.
Namun, menurutnya, prestasi masa lalu tidak boleh menjadi beban. Sebaliknya, pengalaman tersebut harus menjadi pemacu untuk menorehkan hasil yang lebih baik.
“Saya percaya prestasi olahraga tidak ditentukan oleh catatan masa lalu, tetapi oleh kesungguhan dalam mempersiapkan masa depan. Porprov XVII Tahun 2026 harus menjadi momentum kebangkitan olahraga Kabupaten Tegal,” kata Ischak.
Ia pun meminta para atlet bertanding tanpa tekanan berlebihan. Yang terpenting, kata dia, adalah menampilkan kemampuan terbaik, menjaga disiplin, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas.
“Kita datang ke Semarang Raya bukan sekadar menjadi peserta. Kita datang dengan tekad untuk menunjukkan bahwa Kabupaten Tegal mampu bersaing, mampu berkembang, dan mampu meraih prestasi yang membanggakan,” ujarnya.
Selain berpesan agar para atlet menjaga kekompakan dan menghormati lawan, Ischak juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pembinaan olahraga. Salah satunya melalui peningkatan dukungan anggaran bagi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tegal.
Anggaran KONI yang sebelumnya sebesar Rp500 juta pada periode 2023–2024 meningkat menjadi Rp1 miliar untuk periode 2025–2026. Dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Tegal bahkan memasang target peningkatan peringkat secara signifikan. Jika pada Porprov sebelumnya berada di posisi ke-35, pada Porprov 2026 Kabupaten Tegal ditargetkan mampu menembus minimal peringkat ke-25.
Ketua KONI Kabupaten Tegal Bambang Asmoyo mengatakan berbagai langkah pembinaan telah disiapkan untuk mendukung target tersebut. Salah satunya melalui program training center (TC) yang akan berlangsung mulai Juli hingga September 2026 dan berlanjut hingga menjelang pelaksanaan Porprov.
“Kami berharap melalui program pembinaan yang lebih terarah, Kabupaten Tegal tidak lagi berada di peringkat bawah dan mampu menunjukkan peningkatan prestasi yang signifikan,” kata Bambang.
Tak hanya fokus pada peningkatan kemampuan atlet, KONI juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan dan perlindungan mereka. Atlet dan pelatih yang mengikuti TC akan menerima uang saku bulanan serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Menurut Bambang, KONI telah membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.190 atlet dan pelatih sejak Januari hingga November 2026. Selain itu, KONI bekerja sama dengan Medical Check-Up Officer (MCO) Sejahtera Warga untuk menyediakan layanan kesehatan gratis selama masa pembinaan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari ikhtiar membangun ekosistem olahraga yang lebih sehat dan profesional bagi para atlet Kabupaten Tegal.
Pada Porprov Jawa Tengah 2026, sebanyak 16 cabang olahraga berhasil meloloskan atletnya ke babak utama. Dalam acara pengukuhan tersebut, KONI juga memberikan penghargaan kepada 61 atlet dan 20 pelatih berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan capaian mereka.
Sejumlah cabang olahraga diproyeksikan menjadi andalan Kabupaten Tegal, di antaranya atletik dan panahan. Atlet-atlet atletik telah menunjukkan performa menjanjikan melalui berbagai prestasi di tingkat regional, termasuk pada ajang Jateng Open dan Marathon Borobudur. Sementara itu, cabang panahan berhasil menempati posisi kedua pada babak kualifikasi.
Sebagai simbol semangat baru menuju Porprov 2026, KONI Kabupaten Tegal menetapkan slogan resmi kontingen, yakni “Kabupaten Tegal Lebih Apik”. Slogan tersebut akan melekat pada seluruh atribut kontingen dan diharapkan menjadi penyemangat bagi para atlet dalam setiap pertandingan.
Dengan dukungan anggaran yang lebih kuat, program pembinaan yang berkelanjutan, perlindungan sosial bagi atlet dan pelatih, serta semangat untuk bangkit dari keterpurukan, Kabupaten Tegal menatap Porprov Jawa Tengah XVII Tahun 2026 dengan optimisme baru. Di pundak para atlet, tersimpan harapan besar masyarakat agar olahraga Kabupaten Tegal kembali menunjukkan prestasi yang membanggakan di tingkat provinsi. (AD/MA)




